Showing posts with label Makalah. Show all posts
Showing posts with label Makalah. Show all posts
Kumpulan Makalah Komputer
Makalah1. Makalah Sistem Operasi Komputer
2. Makalah Sistem Komputer
3. Makalah Jaringan Komputer
4. Makalah Organisasi Komputer
5. Makalah Langkah-langkah Merakit Komputer
6. Makalah Pengenalan Komputer
7. Makalah Sejarah Komputer
8. Makalah TIK
9. Makalah Pengertian Keamanan Komputer
10. Makalah Etika Komputer
11. Makalah Komputer Grafik
12. Makalah Perangkat Keras Komputer
13. Makalah Evolusi dan Kinerja Komputer
14. Makalah Manfaat Komputer dan Pembelajaran
2. Makalah Sistem Komputer
3. Makalah Jaringan Komputer
4. Makalah Organisasi Komputer
5. Makalah Langkah-langkah Merakit Komputer
6. Makalah Pengenalan Komputer
7. Makalah Sejarah Komputer
8. Makalah TIK
9. Makalah Pengertian Keamanan Komputer
10. Makalah Etika Komputer
11. Makalah Komputer Grafik
12. Makalah Perangkat Keras Komputer
13. Makalah Evolusi dan Kinerja Komputer
14. Makalah Manfaat Komputer dan Pembelajaran

STATISTIK PROBABILITAS
Makalah
ANALISIS VARIANCE
1. PENGUJIAN HIPOTESIS TENTANG k MEAN ( k > 2 )
Sebagai gambaran, misalnya akan kita selidiki apakah perbedaaan mean dari sampel pertama, dengan yang sampel kedua,ketiga dan seterusnya itu disebabkan oleh factor kebetulan (chance) atau oleh factor yang benar-benar berarti (significance).
Hipotesis nihil yang akan diujikan mengatakan bahwa mean lebih dari dua populasi normal adlah sama. Asumsinya adalah bahwa variance (devisiasi standart kuadrat) dari populasi-populasi itu sama.
Misalnya kita ingin menguji hipotesis bahwa mean dari populasi sama. Untuk tujuan itu diambil sampel-sampel random dari tiap-tiap populasi tersebut. Secara skematis ditunjukkan dalam table berikut :
Tabel Sampel-sampel Random, k Sampel dengan Anggota n
Sampel 1
|
Sampel 2
|
Sampel k
| |
X11
|
X12
|
……………..
|
X1k
|
X21
|
X22
|
……………..
|
X2k
|
X31
|
X32
|
…………….
|
X3k
|
…..
|
……
|
……………..
|
……
|
Xn1
|
Xn2
|
…………….
|
Xnk
|
X2
|
…………….
| ||
Xij = Individu ke i dari sampel j
k = Banyaknya sampel
n = Banyaknya individu sampel (untuk masing-masing populasi besar sampel sama)
= Over all mean atau gran mean yakni dari semua observas
k
X11 + X21 + X31 ………… + Xn1
n1
X12 + X22 + X32 ………… + Xn1
n2
X1k + X2k + X3k ………... + Xnk
nk
Kemudian dihitung :
1. Varian Between Means (devisiasi standard kuadrat dari mean-mean)
k
j = i
k – 1
o2
n
Dimana o2 adalah variance populasi
Variance between means tersebut merupakan estimasi pertama dari 02
o2
n
k
j = i
k – 1
k – 1 = merupakan degree of freedom
2. Variance Within Group
yakni variance rata-rata dari variance masing-masing sampel
S21 + S22 + ………… + S2k
k
Dimana S1, S2 ……… dan Sk merupakan devisiasi standard dari k sampel. Ini merupakan estimasi kedua dai o2
Ditulis dengan rumus :
n k
i = 1 j = i
Xj = mean dari sampel j
Xij = nilai observasi dari sampel j
k(n-1) = merupakan degree of freedom
Apabila mean populasi tersebut tidak sama, maka variansi between means akan jauh lebih besar dari pada variance within group. Distribusi samplsng harga statistik F yang didevisikan sebagai berikut :
Variance between means
Variance within group
Akan berbentuk distribusi F, yang harganya untuk berbagai degree of freedom dengan
α = 0,05 dengan α = 0,01. Analisis yang digunakan untuk pengujian hipotesis tentang k mean tersebut juga dinamakan analysis of variance (ANOVA).
Langkah-langkah dalam pengujian k mean :
1. Hipotesis : H0 : µ1 = µ2 = …….. = µk
H0 : µ1 ≠ µ2 ≠ …….. ≠ µk
2. Dipilih level of significance tertentu ( 0,05 atau 0,01 )
3. Kriteria pengujian
![]() |
Daerah Daerah
Terima Tolak
F α; k – 1 (n-1)
Degree Of Freedoom
k – 1 pembilang (numerator); k (n – 1) penyebut (denominator)
H0 diterima apabila
F ≤ F α; k – 1 (n-1)
H0 ditolah apabila
F > F α; k – 1 (n-1)
4. Perhitungan nilai F
Variance between means
Variance within group
5. Kesimpulan (dengan membandingkan antara langkah 4 dengan pengaturan pengujian pada langkah 3).
Contoh :
Kita ingin membandingkan 3 jenis sepeda motor dalam hal jarak yang bias dicapai dengan 1 liter bensin.
Tabel Hasil Sampel Dari 3 Jenis Sepeda Motor
Sampel ke
|
Jenis
| ||
I
|
II
|
III
| |
1
|
22
|
22
|
25
|
2
|
21
|
25
|
29
|
3
|
26
|
24
|
28
|
4
|
23
|
25
|
30
|
Means
|
23
|
24
|
28
|
Ujilah apakah ada perbedaan jarak rata-rata yang significant atau tidak antara 3 jenis sepeda motor tersebut. Pergunakan α = 0,05
Jawab :
k = 3; n = 4
22 + 21 + 26 + 23
4
22 + 25 + 24 + 25
4
25 + 29 + 28 + 30
4
3
1. H0 : µi = µii = µiii
H0 : µi ≠ µii ≠ µiii ( paling sedikit satu pasanng berbeda )
2. α = 0,05
3. Kriteria Pengujian
![]() |
Daerah
F 0,005; 2,9; 4,26;
H0 diterima apabila : F ≤ 4,26
H0 ditolak apabila : F > 4,26
( k-1 ) = 3 – 1 = 2
k( n – 1) = 3 ( 4 – 1 ) = 9
4. Perhitungan nilai F :
k
j = i
k – 1
( 23 – 25 )2 + ( 24 – 25 )2 + ( 28 - 25 )2
3 – 1
4 + 1 + 9
2
Estimasi harga o2
1. n.S2x
4.7 = 28
2. n k
∑ ∑ ( Xii – Xi )2
I = j j = 1
( 22 – 23 )2 + ( 21 – 23 )2 + ( 26 – 23 )2 + ( 23 – 23 )2 + ( 22 - 24)2 + ( 25 – 24 )2 +
( 24 – 24 )2 + ( 25 – 24 )2 + ( 25– 28 )2 + ( 29 -28 )2 + ( 28 -28 )2 + ( 3 – 28 )2
3 ( 4 – 1 )
1 + 4 + 9 + 4 + 1 + 1 + 1 + 9 + 1 + 4
9
28
3,78
5. Kesimpulan : Karena 7,41 > 4,26 maka H0 ditolak
Untuk mengetahui pasangan nilai mean yan perbedaannya significant dapat digunakan uji “Least Sigmificantce Difference” (LSD)
S2 S2
ni nj
S2 S2
ni nj
![]() |
3,78 3,78
4 4
= 2,262 (1,3748)
= 3,11
Jadi yang perbedaannya significant adalah pasangan I dengan III ( dimana 5 > 3,11 ) dan pasangan II dengan III ( dimana 4 > 3,11 ).
Apabila banyaknya individu ( observasi ) dalam sampel yang satu tidak sama dengan sampel-sampel yang lain digunakan rumus sebagai berikut :
1. Variance between means
k T2j T2
j=1 nj n
k - 1
2. Variance Within Group
n k k T2j
i=1 j=1 j=1 nj
n – k
keterangan :
Xij = individu ke I dari sampel ke j
k = banyaknys sampel
nj = banyaknya individu dalam sampel j (observasi)
k
∑ nj j = 1,2 ……… k
j=1
Tj = jumlah semua individu dalam sampel j
k
T = ∑ Tj; j = 1,2 ……… k
j=1
T = T1 + T2 + ……… Tk
Contoh :
Misalnya kita ingin mengetahui apakah output harianuntuk macam pekerjaan yang sama dari 3 kelompok pekerjaan yang berbeda latar belakang teknisnya, mempunyai perbedaan yang significant.
Group I
|
Group II
|
Group III
|
56
60
50
65
64
|
48
61
48
52
46
46
54
|
55
60
44
|
Dengan α = 0,05, ujilah hipotesis bahwa tiganpopulasi mempunyai mean yang sama
Jawab :
1. Hipotesis nihil H0 : µ1 = µ2 = µ3
Hipotesis alternative H1 : µi ≠ µi ≠ µii
( paling sedikit satu pasang berbeda )
2. α = 0,05 degrees of freedom (k – 1)(n – k)
3. Kriteria pengujian

Daerah
F(0,05; 2;12)3,89
H0 diterima apabila F ≤ 3,89
H0 ditolak apabila F > 3,89
4. Perhitungan :
n1 = 5 T1 = 295 T = 810
n2 = 7 T2 = 356 n = 15
n3 = 3 T3 = 159 k = 3
Variance between mean :
![]() |
3-178
(562 + 502 + 652 + 642 + 482 + 612 + 482 + 522 + 462 + 452 +562 + 552 + 602 + 442)
5 7 3
98,57
39,238
5. Karena F < F(0,05; 2;12) yakni 2,51 < 3,89 maka H0 diterima.
2. ANALISIS VARIANCE DUA ARAH
Dalam analisis variance dua arah ( two way analysis of variance ), tidak hanya didasarkan pada satu perlakuan tetapi diperluas menjadi dua perlakuan.
Contoh :
Suatu pabrik menggunakan 3 buah mesin yang berbeda dan dioperasikan oleh 3 pekerja yang berbeda. Perusahaan ini ingin menentukan apakah perbedaan dalam jumlah produk yang rusak antara pekerja-pekerja dan perbedaan produk yang rusak antara mesin-mesin significant. Juga diinginkan untuk menguji apakah terdapat efek interaksi antara pekerja dan mesin-mesin. Untuk menguji hipotesis nihil bahwa antara pekerja hasil kerja antara pekerja-pekerja dan tidak ada perbedaan hasil kerja antara mesin-mesin, dan tidak ada efek interaksi, setiap pekerjadiminta mengoperasikan setiap mesin pada dua hari yang berbeda.
Tabel Jumlah Produk yang Rusak
Mesin
|
Pekerja
| |||
C1
|
C2
|
C3
|
Jumlah
| |
R1
R2
R3
|
10
13
13
16
19
14
|
14
16
19
27
11
17
|
18
22
14
18
14
17
|
T1 = 93
T2 = 207
T3 = 82
|
Jumlah
|
T.1 = 75
|
T.2 = 104
|
T.3 = 103
|
T = 282
|
Untuk menguji hipotesis, dilakukan perhitungan sebagai berikut :
T2 2822 79.524
N 18 18
2
j K
∑ ∑ ( 10+ 13 )2 ( 14 + 16 )2
( 14 + 17 )2
2
9.284
2
n j K
∑ ∑ ∑ Xijk2 = 102 + 132 + 142 + 162 +…….+ 172
I=j j=1 k=1 = 4.736
SST ( Sum of Squeres for the Total sampel )
n j K T2
I=j j=1 k=1 N
= 318
SSR ( Sum of Squere between Rows )
J T2j T2 932 1072 822
J=1 nK N 6 6 6
8.649 11.449 6.724
6 6 6
= 4.470,33 – 4.418
= 52,33
SSC ( Sum of Squeres of between Colum )
K T2.K T2 752 1042 1032
k=1 nJ N 6 6 6
5.625 10.816 10.609
6 6 6
= 4.508,33 - 4.418
= 90,33
SSI ( Sum of Squeres Interaction )
2
T2 J T2j K T2.k J K
- 


∑ - ∑ + ∑ ∑
N j=1 nK k=1 nJ j=1 k=1 n
= 4.418 – 4.470,33 – 4.508,33 + 4.642
= 81,34
SSE ( Sum of Squeres Error )
2
N j k J k
I=1 j=1 k=1 j=1 k=1 n
= 4.736 – 1612
= 94
Langkah-langkah dalam pengujian hipotesis :
1. H0 a. α1 = α2 = α3 = 0
b. β1 = β2 = β3 = 0
c. (αβ)11 = (αβ)12 ……. = (αβ)33 = 0
H1 a. Paling sedikit satu α1 tidak sama dengan nol.
b. Paling sedikit satu β1 tidak sama dengan nol.
c. . Paling sedikit satu (αβ)ij tidak sama dengan nol.
2. Penentuan nilai F Tabel dengan α = 0,05
a. Nilai F0,05;2,9 = 4,26
b. Nilai F0,05;2,9 = 4,26
c. Nilai F0,05;4,9 = 4,63
3. Kriteria pengujian
a.
![]() |
Daerah
4,26 F
H0 diterima apabila F ≤ 4,26
H0 ditolak apabila F > 4,26
b.
![]() |
Daerah
4,26 F
H0 diterima apabila F ≤ 4,26
H0 ditolak apabila F > 4,26
c.
![]() |
Daerah
4,63 F
H0 diterima apabila F ≤ 4,63
H0 ditolak apabila F > 4,63
4. Perhitungan Nilai F
Sumber
Variasi
|
Jumlah
Kuadrat
|
Derajat
Bebas
|
Jumlah Kuadrat
Rata-rata
|
F Ratio
|
Baris R
Kolom C
Interaksi
Error E
|
52,33
90,33
81,34
94
|
J - 1
(2)
k – 1
(2)
(J-1)(K-1)
(4)
JK(n-1)
|
52,33
2
90,33
2
81,34
4
94
= 10,44
9
|
26,17
10,44
45,17
10,44
= 1,95
10,44
|
Total T
|
318
|
N-1
(17)
|
5. Kesimpulan
a. H0 tidak ada perbedaan hasil kerja antara mesin-mesin, dapat diterima pada
α = 0,05 ( 2,51 < 4,26 )
b. H0 tidak ada perbedaan hasil kerja antara pekerja-pekerja, ditolak pada
α = 0,05 ( 4,34 > 4,26 )
c. H0 bahwa tidak ada efek interaksi antara mesin dan pekerja, dapat diterima pada
α = 0,05 ( 1,95 < 3,63 )
3. PENGUJIAN DUA HIPOTESIS MENGENAI DUA ARAH
Untuk menguji dari masing-masing populasi diambil sampel dan kemudian dihitung variancenya.
S21 = Varianc dari sampel 1 dengan n1 individu
S22 = Varianc dari sampel 2 dengan n2 individu
S21
S22
yang berbentuk distribusi nilai F
Langkah-langkah
1. Menentukan komposisi H0 dan H1
a. H0 : o2 = o2
H1: o21 ≠ o22
b. H0 : o2 = o2
H1 : o21 > o22
c. H0 : o2 = o2
H1 : o21 < o22
2. Dipilih level of significance tertentu (0,05 atau 0,01)
3. Kriteria Pengujin
a. Apabila S21 > S22
H0 diterima apabila : F ≤ Fα / 2; n1 - 1; n2 - 1
H0 diterima apabila : F > Fα / 2; n1 - 1; n2 – 1
Apabila S22 > S21
H0 diterima apabila : F ≤ Fα / 2; n1 - 1; n1 - 1
H0 diterima apabila : F > Fα / 2; n1 - 1; n1 – 1
b. H0 diterima apabila : F ≤ Fα / 2; n1 - 1; n2 - 1
H0 diterima apabila : F > Fα / 2; n1 - 1; n2 – 1
c. H0 diterima apabila : F ≤ Fα / 2; n2 - 1; n1 - 1
H0 diterima apabila : F > Fα / 2; n2 - 1; n1 – 1
Keterangan degree of freedom :
- yang disebut lebih dahulu merupakan pembilang
- yang disebut lebih kemudisn merupakan penyebut
4. Perhitungan Nilai F :
Variance yang besar
a.
F =
Variance yang kecil
S21
b.
F =
S22
S21
c.
F =
S22
5. Kesimpulam : alakah hipotesis nihil diterima atau ditolak
Contoh :
Ada dua buah metide kerja yang dicoba diterapkan oada pekerja-pekerja disuatu perusahaan. Yang menjadi masalah adalah metode manakah diantara dua metode itu yang lebih sesuai / efektif bagi pekerja-pekerja tersebut. Dari kelompok pekerja yang menjalankan cara kerja A diambil sampel random 10 orang menunjukkan S2A = 12,8 sedangkan dari kelompok pekerja yang melaksanakan metode kerja B diambil sampel random 8 orang menunjukkan S2B = 18,2. Apakah kedua metode kerja tersebut sama efektifnya ( gunakan α = 0.01 ).
Jawab :
1. H0 : o2 = o2B
H0 : o2A ≠ 02B
2. α = 0.01
3. Kriteria Pengujian : S2A > S2B, maka
H0 diterima apabila F ≤ F0,005; 8–1; 10-1
F ≤ 3,29
H0 ditolak apabila F ≤ 3,29
4. Besarnya nilai F :
18,2
12,8
5. Akrena 1,42 < 3,29 maka H0 diterima.Kedua metode kerja tersebut sama efektif.
Subscribe to:
Posts (Atom)




